June 24, 2017

Kabui Sisi Lain Surga Raja Ampat

Kabui Sisi Lain Surga Raja Ampat

katadia.com – Pulau Kabui adalah salah satu spot yang juga tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan spot-spot di gugusan pulau karst lainnya seperti Pulau Wayag yang merupakan inti kepulauan di Raja Ampat dan lebih indah dibandingkan pulau-pulau di gugusan empat pulau besar Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo.

Dari perbandingan jarak tempuh, jauhnya Wayag bisa berselisih waktu lebih dari 4 jam dihitung dari Waisai. Namun, semua itu bergantung pada daya pacu mesin kapal wisata yang disewa. Sebagai gambaran selisih biaya, paket wisata dari salah satu resor terdekat di Waisai, ke Teluk Selat Kabui mencapai sekitar Rp2,5 juta. Sementara dari lokasi yang sama menuju kepulauan Wayag berbiaya Rp10,5 juta.

Namun, jika Anda belum puas dengan Kabui, maka paket Kabui-Hidden Bay- Arborek dapat menjadi pilihan dengan total biaya Rp5 juta. Dengan biaya yang sama wisatawan juga dapat mengunjungi spot di teluk Mayalibit. Di luar paket ini masih ada wilayah lain yang lebih murah yaitu paket pulau Koh-Yembuba (desa wisata di Pulau Mensuar) dengan tarif Rp1 juta atau paket Meos Kon-Friwen-Batu Lima dan Saonek Monde yang di bawah Rp1 juta.

Paket ini belum termasuk diving. Tarif untuk paket menyelam berkisar mulai dari Rp350.000-Rp550.000 per dive dan bagi yang pemula atau paket pengenalan selam masih dikenakan biaya Rp350.000 dan semua tarif ini tidak termasuk biaya sewa peralatan seperti masker, snorkel, fi ns, wet suit serta tabung dengan tarif bervariasi mulai dari Rp50.000-Rp350.000.

img_1778

Satu kapal kecil fibre speed boat dengan dua mesin penggerak bisa menampung 10 penumpang termasuk awak kapal. Sebelum pesiar, jangan lupa persiapkan perbekalan, pastikan perlengkapan jika ingin diving atau snorkeling, dan lainnya termasuk sunblock dan sunglasses!. Ini karena Anda boleh jadi akan seharian di lautan.

Pulau Kabui sendiri disebut sebagai duplikatnya Pulau Wayag. Di Raja Ampat sendiri terdapat 7 kawasan konservasi laut daerah (KKLD) seluas 1.112.314 hektare (ha). Adapun, Wayag merupakan salah satu bagian dari area KKLD Kawe seluas 155.000 ha tempat bertelurnya spesies penyu hijau yang dapat bertelur hingga 40 telur per bulan. Lokasi ini sendiri menjadi habitat bagi ikan Pelagis dan ikan lainnya.

Sementara Kabui dan juga selat Mayalibit merupakan bagian dari ekosistem KKLD Mayalibit seluas 48.988 ha yang unik karena area ini merupakan lokasi pemijahan ikan, kepiting, udang, moluska, dan teripang. Di antaranya mulai dari ikan lema hingga lumba-lumba sousa. Sesekali jika Anda beruntung dapat menyaksikan lumba-lumba berenang riang di lautan.

Setelah menyusuri laut sejauh sejam perjalanan Anda akan terpana melihat panorama yang hampir mirip Halong Bay di Vietnam atau Krabi Island di Thailand.

Gugusan pulau karang yang ditumbuhi rimbunnya pepohonan, lengkap dengan gradasi biru muda-hijaunya laut di bawah dan juntai awan di angkasa. Sungguh pemandangan yang membuat lupa akan problematika, sekaligus membuat kita semakin menyadari betapa permai dan kayanya alam Papua.

Gugusan pulau ini biasa menjadi latar belakang yang indah untuk diabadikan. Dua awak dari kapal, yaitu Gerardus dan Ongen, misalnya, dengan antusias membantu dan memandu. Selain ramah, mereka juga paham melayani keinginan wisatawan yaitu menepi ke salah satu pulau.

dsc_0142

Begitu banyak pulau karst di gugusan ini, namun mereka hafal betul pulau yang baik dan aman untuk didaki. Pulau karang ini terjal dan licin dengan sudut kemiringan yang curam. Awas, jika tidak hati-hati berpijak serta berpegangan pada ranting pohon sesuai arahan pemandu, bisa-bisa tubuh Anda tergores karang, atau terpeleset ke laut.

Ketika sampai di atas pulau ini, Anda akan dihadapkan pada panorama yang lebih luas. Spot ini cocok untuk berfoto ria dengan berbagai gaya. Sebelum berlama-lama, Anda perlu pertimbangkan panas teriknya matahari di tengah laut Papua ini.

Setelah cukup berfoto-foto biasanya Anda akan dibawa pemandu ke spot yang aman untuk penyelaman atau snorkeling.

Anda akan takjub melihat warna-warni biota laut di gugusan pulau ini. Aktivitas ini biasanya memakan waktu, disela-sela ini pula Anda dapat gunakan waktu makan siang hingga tiba waktunya untuk kembali ke Waisai. Dalam perjalanan ke Waisai, udara sejuk angin laut memberi kesan tersendiri.

Sekawanan burung Camar kadang mengiringi perjalanan. Gerardus pun sempat menunjukkan goa bawah laut yang dihuni kelelawar. Banyak situs-situs unik dan juga bersejarah di Raja Ampat yang bisa diagenda dalam perjalanan wisata Anda ke sana. Di luar ini, Anda juga bisa mampir sejenak di pulau pasir putih, sebelum sunset.