June 24, 2017

Raksasa Teknologi Apple Dikecam

Raksasa Teknologi Apple Dikecam

katadia.com – Keluarga Lee Rigby, prajurit Inggris yang dibunuh kaum ekstrimis pada tahun 2013, mengecam Apple yang menolak perintah pengadilan untuk membongkar iPhone milik terduga teroris.

Dikutip dari BBC Indonesia, Kamis (18/2/2016), Apple mengatakan memodifikasi perangkat lunak untuk membantu FBI mengakses data pada telepon genggam Syed Rizwan Farook, pelaku serangan San Bernardino, bisa menjadi “berbahaya”.

Paman Rigby, Ray McClure mengatakan perusahaan itu “melindungi privasi pembunuh dengan mempertaruhkan keselamatan publik.”

Tapi sejumlah pegiat perlindungan privasi menyatakan dukungan pada sikap raksasa teknologi itu.

‘Pandangan sempit’

Meski begitu, pengadilan memerintahkan Apple untuk membantu FBI mengakali perangkat lunak keamanan pada iPhone Farook, yang disebutkan oleh FBI mengandung informasi-informasi penting.

Tetapi perusahaan mengatakan menolak perintah pengadilan dan mengajukan banding, dengan alasan tindakan itu “akan merupakan preseden yang berbahaya.”

McClure, paman dari Lee Rigby yang dibunuh oleh dua ekstrimis Islam di bulan Mei 2013, mengatakan sikap Apple itu didasari “pandangan sempit.”

“Bukti sangat penting berada dalam smartphone itu, dan Apple menolak FBI untuk mengakses informasi itu,” katanya kepada BBC.

“Jika pengadilan bisa mengeluarkan surat perintah untuk menggeledah rumah di Inggris atau Amerika Serikat, kita tak akan menghalanginya, dan akan membiarkannya. Jadi mengapa telefon pintar diperlakukan berbeda?”

“Jika Tim Cook (kepala eksekutif Apple) tidak memiliki simpati bagi teroris, mengapa ia menghalangi FBI mengakses catatan telepon itu?”

Dalam sebuah surat terbuka pada hari Rabu, Tim Cook mengatakan Apple selalu bekerja sama dalam penegakan hukum. “Ketika FBI membutuhkan data yang kami miliki, kami memberikannya,” tulisnya.

“Para insinyur Apple juga selalu bersedia membantu FBI … Kami telah bekerja keras untuk mendukung upaya pemerintah dalam memecahkan kejahatan mengerikan ini. Kami juga tegaskan sama sekali tidak memiliki simpati untuk teroris.” Jelasnya.

Hanya saja, sikap keras perusahaan yang akan menentang perintah pengadilan untuk membuka data, justru kini menuai kecaman dari berbagai pihak. “Berapa banyak korban kejahatan itu yang tak dipenuhi keadilannya karena sikap Apple?” kata salah seorang sumber.

sumber:okezone