June 27, 2017

Wae Rebo begitu menggoda untuk dikunjungi

Wae Rebo begitu menggoda untuk dikunjungi

Katadia.com – Jika sering berjelajah di dunia maya, khususnya Instagram, beberapa bangunan dengan atap kerucut berlatar pegunungan bisa jadi belakangan sering malang melintang. Tak sedikit pula wisatawan yang menjadikannya sebagai latar berswafoto. Tak salah, karena bangunan tersebut memang nyata adanya. Namanya Wae Rebo.
Desa ini terletak Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Masyarakat yang tinggal di sini merupakan Suku Manggarai yang masih asri dan alami. Dikatakan demikian karena kehidupan mereka jauh dari ingar bingar teknologi mapun kemodernan, membuat kehidupan di pedesaan yang berada di atas bukit ini, begitu tenang. Rupanya, hal inilah yang justru memikat wisatawan. Selain budaya yang unik, masyarakat juga akan disuguhi dengan panorama dan udara pegunungan yang begitu segar.

Alasan lain yang membuat wisatawan wajib datang ke sana adalah kesempatan untuk tinggal dan beristirahat di rumah tradisional yang ada di Wae Rebo. Rumah tradisional ini disebut sebagai Mbaru Niang.

Sekalipun menawarkan keindahan yang memesona, namun menuju Wae Rebo juga butuh tantangan tersendiri. Butuh stamina yang prima, sebab, selain harus menyusuri perjalanan panjang dengan berganti moda transportasi, wisatawan diharuskan berjalan kaki selama 3 jam.

Akses jalan yang begitu menantang mungkin akan memberikan kesan tersendiri. Apalagi hutan lebat di kanan-kiri, juga membuat perjalanan sebaiknya lebih hati-hati. Jika merasa lelah, jangan sungkan untuk meminta istirahat kepada pemandu.

Obati rasa haus dengan meneguk air. Sementara, jika tiba-tiba merasa kering akibat cuaca yang terik dan juga lelah, segarkan dengan Braito Tears. Obat tetes mata terbaik yang dapat berfungsi sebagai air mata buatan, dapat membantu menyegarkan kembali mata yang lelah.

Teteskan 1-2 tetes pada kedua mata. Jika tubuh dan mata tetap fit, perjalanan ke Wae Rebo pun dapat dilalui dengan sangat menyenangkan. Terlebih bagi kaum urban, yang saban hari selalu dihadapkan dengan kemacetan dan pemandangan gedung jangkung di tengah perkotaan.

Tentunya, berkunjung ke Wae Rebo akan menjadi sarana menyegarkan otak sekaligus mendapatkan inspirasi baru agar bisa produktif bekerja kembali.’

(Merdeka)