June 26, 2017

Google Perkenalkan Perangkat dan Aplikasi Baru di IO 2016

Google Perkenalkan Perangkat dan Aplikasi Baru di IO 2016

Katadia.com – Google I/O 2016 diadakan di Shoreline Amphiteater, Mountain View, California, AS. Tidak seperti acara sebelumnya, kali ini Google boleh dibilang sukses membangun suasana festival dan bukan konferensi yang membosankan.

Wartawan KompasTekno, Wicak Hidayat, melaporkan langsung dari tempat acara berlangsung.

Cuaca Mountain View di hari pelaksanaan pun sangat mendukung, dengan matahari yang bersinar terang dan suhu yang boleh dbilang termasuk panas untuk ukuran AS, di kisaran 22-25 derajat Celcius pada pagi hari saat keynote berlangsung.

Dalam keynote-nya, CEO Google Sundar Pichai, mengumumkan produk terbaru Google bernama Google Assistant. Layanan terbaru dari Google ini agaknya mengembangkan fitur yang selama ini ada di Google Now dan biasa dipanggil dengan frasa “Ok, Google.”

Google Assistant akan memiliki kemampuan percakapan. Sundar menyebutnya sebagai layanan yang memungkinkan dialog dua arah dengan Google.

Ia mencontohkan, jika bertanya ke Google Assistant dengan kata-kata seperti “what’s playing tonight?” (ada film apa yang diputar malam ini?) ia bisa segera memberikan jawaban rekomendasi tiga film yang kira-kira akan disukai penggunanya.

Tapi lebih dari itu, pengguna kemudian bisa langsung menjawab: “Tapi, saya mau ajak anak-anak” dan Google Assistant bisa mengubah rekomendasinya menjadi film-film keluarga.

Lalu, Sundar mencontohkan bahwa pengguna bisa langsung minta dipesankan tiket dan mengonfirmasi pesanannya bagai berbincang dengan manusia lain, bukan dengan mesin.

Dua Aplikasi Baru

 

Wicak Hidayat/Kompas.com – Android N diperkenalkan pada Google I/O 2016

Di I/O, Google juga memperkenalkan dua aplikasi baru: Allo dan Duo. Aplikasi Allo boleh dibilang jadi yang paling menarik, karena di sinilah untuk pertama kalinya Google Assistant akan “hidup”.

Allo adalah aplikasi bertukar pesan ala Whatsapp atau Line. Namun fiturnya yang paling unik adalah integrasi Google Assistant.

Saat berbincang dengan orang lain, Allo bisa memberikan saran balasan pesan seperti apa yang biasa dilakukan. Kemudian, pengguna bisa langsung bertanya pada Google Assistant di dalam jendela chat. Termasuk, contohnya, melakukan pemesanan tempat makan untuk kedua orang yang sedang berbincang.

Aplikasi berikutnya yang diperkenalkan Google adalah Duo. Ini adalah aplikasi video call yang dirancang menjadi sederhana dan mudah digunakan.

Google juga memperkenalan Android N di gelaran itu. Nama sistem operasi itu belum ditentukan dan siapapun bisa mengusulkannya lewat android.com/n. Selain itu ada juga Android Wear 2.0 yang diperkenalkan di I/O 2016.

Jajaran Perangkat Baru

Google juga memperkenalkan beberapa perangkat baru di I/O 2016. Google Home adalah perangkat seperti speaker Bluetooth yang mengandung kemampuan untuk diajak bicara alias menerima perintah suara.

Secara konsep, Google Home ini mirip dengan Echo-nya Amazon. Selain untuk hiburan (musik, film), Google Home bisa terhubung ke perangkat Internet of Things lain yang ada di rumah.

Sedangkan dari sisi Virtual Reality (VR), Google memperkenalkan spesifikasi atau reference design untuk headset VR bernama Daydream. Beberapa produsen dikatakan sudah siap untuk menjadi rekanan Google memproduksinya.

Tak hanya headset, reference design Google juga mencakup alat kendali (controller). Bentuknya sederhana dengan sebuah touchpad di ujungnya. Selain itu, ia bisa mendeteksi gerakan dan posisi, tak jauh beda dari kendali remote Nintendo Wii atau Wiimote.

Google I/O 2016 berlangsung selama tiga hari, 18-20 Mei 2016. Tiga tema besar yang tampak di gelaran ini adalah assistance (bagaimana perangkat pintar membantu penggunanya), machine learning (teknologi kecerdasan buatan), dan virtual reality.

Mesin yang Bisa Belajar

Di balik semua upaya Google yang terbaru, Sundar menekankan kemampuan machine learning. Teknologi ini memungkinkan “mesin” untuk belajar dan menemukan sendiri cara untuk melakukan sesuatu tanpa diperintah secara rinci.

Machine learning bakal hadir di balik Google Assistant, memperbaiki respons otomatis, dan rekomendasi dari layanan tersebut.

Sejauh ini, contoh penerapan machine learning paling terkenal di Google adalah untuk Google Photos. Namun yang terbaru, teknologi itu memungkinkan Deep Mind Alpha Go mengalahkan manusia dalam permainan Go.

Menurut Sundar, selama ini orang mengatakan permainan Go akan menjadi terlalu rumit untuk dijalankan oleh kecerdasan buatan dan bisa mengalahkan manusia. Tapi kenyataannya, hal itu sudah terjadi.

Bahkan, lanjutnya, salah satu langkah Alpha Go di permainan itu telah dinilai sebagai langkah yang kreatif. “Istilah yang selama ini tidak kita asosiasikan dengan mesin,” ujarnya.

Sundar pun menaruh harapan besar pada penerapan machine learning pada banyak bidang. Ia menyebut era sekarang adalah era yang tak pernah terjadi di dunia komputasi sebelumnya.

“Hal-hal yang dulu dikira tidak mungkin terjadi, kini tampak seperti sesuatu yang bisa terjadi,” tutup Sundar.

Sumber : Kompas.com