June 28, 2017

Pulau Bajak Laut nan Eksotis

Pulau Bajak Laut nan Eksotis

katadia.com – Pulau Belakang Padang berada di antara Perairan Selat Malaka dan Selat Singapura dengan kepemilikan adalah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, meski hanya berjarak puluhan kilometer dari Singapura.

Penduduk asli pulau ini adalah orang Melayu yang dikenal dengan sebutan orang selat atau orang laut. Mereka menempati wilayah ini sejak zaman Kerajaan Tumasik (Singapura), yang berdiri pada awal abad ke-4.

Di masa lalu, Pulau Belakang Padang dikenal sebagai pulau bajak laut, karena banyak penduduk sekitar bekerja sebagai perompak kapal yang melewati perairan Selat Malaka.

Pantas jika pulau itu juga mendapat julukan Pulau Lanun, bahkan kawasan ini menurut sejarah lebih dulu ada dari pada Kota Batam, sehingga dikatakan Belakang Padang adalah salah satu tonggak berdirinya pemerintahan di Kota Batam.

Kini, dengan penduduk mencapai 25.000 jiwa, jalan-jalan di kawasan ini hanya ada motor dan becak, sama 3 Maret 2013 sekali tidak ada mobil, sehingga udara di kawasan ini lebih segar.

Pulau yang ada di depan Pulau Belakang Padang ini adalah Pulau Sambu, tempat Pertamina mengolah minyak yang dipasok ke Batam dengan tanki-tanki besar berjejer di pinggir pantai.

p19-a-1_0_0.img_assist_custom

Keindahan pulau lainnya di sekitar Belakang Padang dapat juga dinikmati wisatawan dengan perahu bot pancung dengan mesin diesel itu, seperti Pulau Dendang.

Pulau seluas 82 hektare yang masih termasuk wilayah kecamatan Belakang Padang ini berhadapan langsung dengan Singapura dan masih dapat dikembangkan untuk wisata bahari.

Ketenangan dan jernihnya air menjadikan pulau ini cocok untuk kegiatan olah raga air seperti renang, menyelam, dan juga ski air.

Di kawasan tersebut juga terdapat beberapa objek wisata lain yang layak dikunjungi yakni Pantai Bahagia di Lengkana yang masih termasuk Kecamatan Belakang Padang, dan posisinya juga berhadapan langsung dengan Singapura.

Dari kawasan sini, negara tetangga, Singapura, dapat dicapai hanya dalam waktu kurang lebih 15 menit dengan menggunakan kapal motor pancung. Moda transportasi ini berlayar dari Kota Batam melewati Selat Malaka yang membiru.

Info Perjalanan

• Dengan tarif Rp3.000, pelancong dapat menggunakan bus dari pusat Kota Batam menuju ke Pelabuhan Bot Pancung di Sekupang.

• Tarif boat sebesar Rp10.000 per orang, dengan kapasitas kapal pompong untuk maksimal 12 orang.

• Lama perjalanan dari pelabuhan menuju Pulau Belakang Padang sekitar 20 menit. Jika masih ingin mengunjungi beberapa pulau di sekitar Belakang Padang, Anda hanya perlu merogoh kocek tambahan Rp10.000 — Rp20.000.

• Di depan pelabuhan juga berjejer becak yang dapat membawa pelacong berkeliling pulau, dengan tarif sekali jalan Rp10.000 – Rp30.000.

• Anda juga dapat menggunakan kapal pompong yang beroperasi dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, untuk berkeliling kawasan kepulauan yang menjadi bagian dari Kecamatan Belakang Padang.