June 28, 2017

Kawah Putih – Negeri di Awan

Kawah Putih – Negeri di Awan

Di Jawa Barat terdapat banyak tujuan wisata menarik yang bisa kamu kunjungi. Salah satunya adalah wisata Kawah Putih Ciwidey. Kawah indah ini terletak di Gunung Patuha di ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut dan memiliki rata-rata suhu 8-22 derajat celcius. Kawah putih memang sebuah keindahan alam yang luar biasa. Warna air yang putih terang, selalu berubah kehijauan ketika terkena pantulan sinar matahari. Hal itulah yang menjadi daya tarik tersendiri disini. Permukaan kawah yang tidak rata, berbatu dan berpasir pada umumnya berwarna putih, maka dari itulah dinamakan Kawah Putih.

ka1

Untuk mencapai kesana, anda menempuh perjalanan sekitar 25 km dari Kota Bandung. rute yang dilewati mulai dari Bandung, Soreang, Ciwidey lalu masuk pintu gerbang wisata Kawah Putih. Dulu, masyarakat sekitar menganggap kawah putih merupakan kawasan angker karena banyak burung mati ketika lewat di atas kawah. Bahkan, ada yang menganggap kawah putih merupakan kerajaan jin dan tempat bersemayam roh para leluhur. Kepercayaan ini kemudian dibantah, dan pada tahun 1837 seorang ilmuwan Belanda-Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn melakukan penilitian dan menemukan bahwa keangkeran itu nggak lain disebabkan oleh adanya semburan lava belerang yang berbau sangat menyengat. Kawah putih memang mempunyai potensi belerang dan banyak mengeluarkan asap. Bau belerang yang tajam bisa menyebabkan batuk. Maka, pada beberapa titik dipasang tanda peringatan untuk tidak terlalu dekat agar terhindar dari keracunan asap belerang. Untuk menikmati kawah ini lebih luas, kamu bisa sedikit naik ke atas pegunungan yang mengelilinginya dan melihat dari atas.

Kawah-Putih

Di sekitar kawasan kawah putih, juga hidup berbagai jenis flora dan fauna. Seperti jenis flora Cantigi, Lemo (konon berbau seperti minyak lawang dan dapat digunakan untuk mengusir ular), Vaccinium (tanaman khas yang hidup didaerah kawah), serta Eidelweisyang tumbuh di puncak gunung. Sementara jenis fauna yang kerap muncul antara lain elang, monyet, kancil, babi hutan, macan kumbang dan macan tutul. Selain itu, karena indah dan menarik,  kawah putih juga sering dijadikan sebagai lokasi foto oleh para fotografer bahkan juga sebagai lokasi foto prewedding lho, hehe. Seru, asal jangan membuang sampah dan meninggalkan coretan yang nggak perlu ya. Karena akan merusak keindahan itu sendiri. Tempat Wisata Kawah Putih Ciwidey sepertinya sudah siap go internasional, ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya turis asing yang mengunjungi tempat tersebut. Obyek wisata taman nasional Kawah Putih Ciwidey, yang terletak di kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, di bagian Selatan ini memang sangat menarik untuk dikunjungi. Tersimpan sejarah di tempat unik itu. Menurut buku yang sudah aku baca, Kawah Putih yang berada di Gunung Patuha konon berasal dari nama Pak Tua atau ”Patua”. Masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Gunung Sepuh.
Dahulu masyarakat setempat menganggap kawasan Gunung Patuha dan Kawah Putih ini sebagai daerah yang angker, tidak seorang pun yang berani menjamah atau menuju ke sana. Konon karena angkernya, burung pun yang terbang melintas di atas kawah akan mati. Misteri keindahan danau Kawah Putih baru terungkap pada tahun 1837 oleh seorang peneliti botanis Belanda kelahiran Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) yang melakukan penelitian di kawasan ini. Sebagai seorang ilmuwan, Junghuhn tidak mempercayai begitu saja cerita masyarakat setempat. Saat ia melakukan perjalanan penelitiannya menembus hutan belantara Gunung Patuha, akhirnya ia menemukan sebuah danau kawah yang indah. Sebagaimana halnya sebuah kawah gunung, dari dalam danau keluar semburan aliran lava belerang beserta gas dan baunya yang menusuk hidung.

kawah-putih (1)

Dari hal tersebut terungkap bahwa kandungan belerang yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan untuk terbang melintas di atas permukaan danau Kawah Putih. Karena kandungan belerang di danau kawah tersebut sangat tinggi, pada zaman pemerintahan Belanda sempat dibangun pabrik belerang dengan nama Zwavel Ontgining ‘Kawah Putih’. Kemudian pada zaman Jepang, usaha tersebut dilanjutkan dengan nama Kawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwidey yang langsung berada di bawah penguasaan militer Jepang. Di sekitar kawasan Kawah Putih terdapat beberapa makam leluhur, antara lain makam Eyang Jaga Satru, Eyang Rongga Sadena, Eyang Camat, Eyang Ngabai, Eyang Barabak, Eyankomg Bas, dan Eyang Jambrong. Pengunjung tidak diperbolehkan berlama-lama di pusat Kawah Putih, karena radiasi gas dari kawah putih berbahaya bagi kesehatan. Maksimal hanya 15 menit. Waktu yang singkat ini biasanya di pergunakan untuk berfoto-foto ria mengabadikan suasana yang unik itu.
Kawah Putih