June 28, 2017

Bahaya Laten Sendal Jepit untuk Tubuhmu

Bahaya Laten Sendal Jepit untuk Tubuhmu

katadia.com – Dari segi kenyamanan, sepertinya tak ada alas kaki lain yang mampu mengalahkan sandal jepit. Tapi bagaimana hasilnya jika dibandingkan dari segi kesehatan?

Flip-flop alias sandal jepit adalah jenis alas kaki yang populer dikenakan oleh orang dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga manula. Sandal jepit seringkali dijadikan pilihan karena kepraktisannya, kenyamanannya, serta modelnya yang ceria. Tapi tahukah Anda, penelitian terbaru justru membuktikan bahwa pemakaian sandal jepit bisa mengakibatkan sejumlah gangguan fisik, mulai dari nyeri tumit, nyeri otot, hingga sakit punggung!

Pembengkokan ibu jari
Sesuai namanya, sandal jepit dikenakan dengan cara menjepit bagian depannya menggunakan jari kaki. Seiring waktu, gerakan menjepit yang dilakukan berulang kali ini bisa memicu terjadinya tendinitis atau iritasi pada otot tendon (yang menghubungkan otot dengan tulang). Selain menimbulkan nyeri, tendinitis bisa mengakibatkan sobeknya selaput otot tendon. Akibatnya, pemakaian sandal jepit dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan suatu kondisi yang disebut “hammer toes” atau ibu jari kaki yang bengkok secara abnormal.

Nyeri pada tumit
Bentuk permukaan sandal jepit yang rata bisa mengakibatkan daerah lengkungan pada telapak kaki tidak dapat tertopang dengan baik. Akibatnya, apabila dikenakan dalam jangka waktu lama, sandal jepit bisa mengakibatnya terjadinya peradangan pada daerah lengkungan tersebut yang ditandai dengan munculnya rasa nyeri. Alas yang tipis juga bisa menimbulkan rasa sakit pada tumit, terlebih apabila tumit seringkali “tergelincir” dari sandal ketika dipakai berjalan dan langsung menapak di atas tanah.

Rentan Serangan Bakteri
Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Miami, Amerika, menemukan bahwa sepasang sandal jepit adalah “rumah” bagi lebih dari 18 ribu bakteri, termasuk jenis bakteri Stapilokokus aureus yang berbahaya karena bisa menimbulkan kerusakan tulang dan keracunan pada kulit. Bukan hanya berlokasi di bagian bawah sandal, bakteri tersebut dapat pula berpindah ke kaki melalui bagian sandal yang terbuka.

Muncul Lecet & Kapalan
Berbeda dengan sepatu yang bentuknya lebih terstruktur, sandal jepit tidak menggunakan banyak material pembungkus untuk membantu menstabilkan kaki kala berjalan. Akibatnya, sering terjadi gesekan antara kulit terbuka dengan bahan plastik atau kulit yang digunakan untuk membuat sandal jepit. Gesekan tersebut bisa menimbulkan luka berupa lecet ataupun kapalan apabila terlalu sering terjadi.

Nyeri Lutut Sampai Nyeri Punggung
Model sandal jepit yang terbuka mengakibatkan jenis alas kaki ini tidak mampu “memeluk” telapak kaki Anda dengan baik kala berjalan. Akibatnya, cara berjalan Anda bisa berubah secara keseluruhan. Sebuah penelitian yang dilakukan di Auburn University, Alabama, Amerika, menyatakan bahwa pemakai sandal jepit biasanya memiliki jangkauan langkah yang lebih pendek dan tumitnya menyentuh tanah dengan lebih sedikit gaya vertikal dibandingkan ketika menggunakan sepatu. Karena perubahan pada gaya berjalan ini, pemakaian sandal jepit bisa memicu masalah lain seperti rasa sakit pada pergelangan kaki, lutut, pinggul, dan punggung.

Masih sulit berpaling ke alas kaki yang lain? Solusinya, menurut Jackie Sutera, seorang pakar kesehatan kaki dari New York, Amerika, adalah mengenakan sandal jepit dengan ukuran yang pas, terbuat dari bahan yang baik, memiliki tali penahan di bagian belakang, dan hanya mengenakannya sesekali saja. Kaki Anda pun akan senantiasa terpelihara kesehatannya.

 

Sumber: Lintasme